Saturday, October 29, 2011

The Citizens Pangkas Denda Tevez


Carlos Tevez/ Getty Images
Setelah mendapat dukungan dari Asosiasi Pemain Profesional Premier League (PFA) Carlos Tevez bisa sedikit bernafas lega. Manchester City telah mendapat desakan dari PFA agar meringankan dendayang dijatuhkan terhadap striker asal Argentina itu.
Baru-baru ini, PFA telah mendesak City dalam suatu surat pernyataan. Di situ PFA menyatakan bahwa denda gaji empat pekan yang dijatuhkan City pada Tevez tidak berdasar. Hal ini dikarenakan Tevez sama sekali tak terbukti telah menolak untuk dimainkan ketika City ditumbangkan 0-2 oleh Bayern Muenchen di Liga Champion akhir September lalu.
“Berdasarkan bukti yang diberikan pada PFA, Carlos Tevez terbukti tak pernah menolak untuk dimainkan. City juga menerima bahwa gugatan terhadap Tevez pada sidang tersebut itu bukan soal penolakan untuk bermain,” isi surat PFA.
“Dengan begitu, PFA menilai bahwa tak ada pembenaran untuk menjatuhkan denda lebih besar dari sanksi denda sebesar dua pekan gaji yang disetujui oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Premier League, dan PFA.”Kontan keputusan PFA itu mendapat reaksi keras dari City. Melalui rilis resmi yang mereka keluarkan, pihak manajemen City mengaku kecewa dengan keputusan PFA tersebut.
“Manchester City kecewa dengan konflik kepentingan PFA yang jelas terlihat dalam proses ini. Carlos Tevez secara pribadi diwakili oleh Chief Executive PFA Gordon Taylor, yang juga berdasarkan pertimbangan klub telah membuat keputusan atas nama PFA,” bunyi penyartaan resmi dari City.
“Manchester City telah berbicara dengan PFA sejak 28 September. Keputusan PFA hari ini didasari pemahaman klub dialog itu. Sekarang denda maksimum dua minggu yang disediakan dalam kontrak pemain akan diterapkan dalam kaitannya dengan perbuatan Carlos Tevez.”
Walau kecewa, City sendiri akan tetap menuruti keputusan PFA. Pasalnya, tidak ada satupun hukuman dari klub yang dijatuhkan pada pemain dapat diterapkan tanpa persetujuan PFA.

Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 2:12 AM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment