Thursday, November 3, 2011

25 Tahun Ferguson di United, Dari Rawan Pecat Hingga Manajer Terbaik Sepanjang Masa

Seperempat abad alias 25 tahun bukan waktu yang sebentar. Orang menyebutnya dengan istilah "usia perak". Dan akhir pekan ini, Sir Alex Ferguson genap seperempat abad membangun istana Manchester United dengan puluhan trofi juara yang mengiringi karir fenomenal manajer terbaik sepanjang sejarah sepak bola Inggris tersebut.


Alex Ferguson dan Martin Edwards saat pertama kali perkenala sebagai pelatih Manchester United tahun 1986 lalu menggantikan Ron Atkinson. (foto: Mirror)

Namun tahukah anda, pada awal karirnya di Manchester, Ferguson pun mengalami hal yang sama dengan Carlo Ancelotti atau Luis Felipe Scolari di Chelsea yakni rawan pecat?

Adalah mantan direktur eksekutif United Martin Edwards yang menceritakan kisah perjalanan awal karir pria asal Skotlandia tersebut, ketika Ferguson mengambil alih tampuk kepelatihan dari Ron Atkinson di Manchester Untited.

Edwards mengakui bahwa Ferguson hampir kehilangan pekerjaannya andai direksi dan fans tak mau sedikit bersabar.

Dibandingkan Roberto Mancini yang meraih Piala FA dua musim setelah diangkat sebagai pelatih City, Ferguson sebenarnya mengalami periode hampa gelar lebih lama. Ia baru mempersembahkan trofi pertama untuk United pada tahun 1990, yakni Piala FA, empat tahun setelah Ferguson menjadi pelatih di United.

"Periode awal kepelatihan Ferguson adalah situasi yang sangat sulit," kata Edwards pada Mirror. "Alex datang pada November 1986 dan baru Mei 1990 ia memberi kami trofi pertama,"

"Bahkan setelah itu, butuh tujuh tahun hingga kami menjuarai liga pertama kali bersama Alex. Jadi, semua memang sangat sulit pada awalnya. Tapi kami tahu bagaimana ia bekerja sangat keras. Ia mengubah sistem pemandu bakat dan skuad junior,"

"Kami tahu apa yang ia kerjakan dan kami berharap segera mendapatkan hasil, karena suporter terus memberi tekanan. Posisi Alex tak pernah didiskusikan oleh direksi, tapi banyak orang mengatakan (saat itu) ia bukan orang yang tepat untuk pekerjaan ini,"

"Kekhawatiran terbesar saya adalah bila ia tak kunjung sukses, kemudian tekanan semakin besar, maka kami harus mengambil keputusan. Saat itu, bila dalam enam bulan tak ada perubahan, kami harus melakukan sesuatu. Kami ingin Alex survive, dan syukurlah hal itu akhirnya datang juga,"

Sejak menggantikan Atkinson, Ferguson telah meraih 12 trofi juara Premier League, dua Liga Champions, lima Piala FA, dan tiga Piala Liga, belum termasuk piala interkontinental, periode 25 tahun tersukses dalam sejarah klub yang berdiri tahun 1878 itu.

Namun Edwards mengakui bahwa ia dan anggota direksi United lainnya saat itu -Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins dan Mike Edelson- tak pernah mengira akan datangnya kesuksesan besar dan kebersamaan yang begitu lama ketika menarik Ferguson dari klub Skotlandia, Aberdeen.

"Saya pikir tak ada yang memprediksi ia (Ferguson) akan di sini selama 25 tahun," ujar Edwards. "Dalam era sepak bola modern, itu sangat fenomenal,"

"Saat itu kami hanya berpikir mencari manajer yang bisa melatih tim ini dan membawa kami juara liga. Bila ia bisa melakukannya, tentu ia akan bertahan lebih lama di tim ini. Bahkan 10 tahun adalah waktu yang sangat lama untuk seorang manajer, tapi 25 tahun adalah level tertinggi dan sangat luar biasa,"

Ferguson tak hanya memberi gelar di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Jumlah penonton di kandang United naik dua kali lipat dari era 80an, terbantu dengan terus dikembangkannya fasilitas Old Trafford, sementara di penjuru dunia, United memiliki fan base terbesar hingga mencapai di atas 300 juta.

Edwards sangat bangga dengan prestasi tersebut dan memberi penghargaan tertinggi untuk Ferguson yang telah membawa United ke puncak sepak bola dunia. "Alex benar-benar pria sepak bola sejati, terus dan terus. Anda mungkin berpikir tentang Sir Matt Busby and Bill Shankly dan menempatkan Ferguson dalam jajaran tersebut. Sepak bola adalah segalanya bagi dia,"

"Ini adalah dedikasi dia dan benar-benar komitmen yang luar biasa untuk pekerjaan ini. Dia adalah seorang workaholic. Dari tahun 1990 sampai hari ini, hanya empat musim kami tak mendapat trofi. Dan hampir 20 tahun Premier League, kami hanya tiga kali finish di luar dua besar,"

"Menjuarai liga untuk pertama kalinya saat itu adalah prestasi luar biasa, karena kami 26 tahun tanpa juara. Kemudian Ferguson memberi kami gelar ganda tahun 1994, diulangi tahun 1996, dan diikuti treble winner 1999. Itu sangat fenomenal. Sejak tahun 1993, kami terus berkembang dan berkembang,"

Ketika Ferguson pensiun kelak, Edwards yakin United akan mendirikan patung bagi Feguson di Old Trafford, seperti halnya Sir Matt Busby dan tiga legenda Sir Bobby Charlton, George Best dan Denis Law.

"Saya yakin akan ada patung Alex Ferguson di masa depan. Itu adalah sebuah kepastian setelah semua yang telah ia berikan untuk klub ini,"

Daftar trofi juara Sir Alex Ferguson selama 25 tahun di Manchester United:

Premier League (12): 1993, 1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007, 2008, 2009, 2011
Liga Champions (2): 1999, 2008
Piala FA (5): 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
Piala Liga (4): 1992, 2006, 2009, 2010
Piala Winners (1): 1991
Intercontinental/World Club Cup (2): 1999, 2008
Charity/Community Shield (10): 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011
Piala Super Eropa (1): 1991
Total: 37
Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 9:22 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment