Friday, November 25, 2011

Joseph Guardiola, Rival Yang Nyaris Jadi Asisten Mourinho


Hingga hari ini dua orang hebat ini berdiri berseberangan di dua kubu yang merupakan rival abadi, The Special One Jose Mourinho menjadi pemegang panji Real Madrid, sementara The One Josep Guardiola dengan bendera Biru-Merah, Barcelona.

Keduanya sama-sama hebat nan cerdas dalam meracik strategi pasukannya, keduanya sama-sama jenius dan pernah saling mengalahkan dalam berhadapan, keduanya juga telah sama-sama bergelimang gelar prestasi tinggi yang prestisius.

Namun siapa yang menyana jelang pertemuan El Clasico bulan depan, ternyata ada benang merah cukup menarik menghubungkan rivalitas keduanya, cerita menarik di masa lalu mulai terkuak secara perlahan, ternyata si Portugal pernah meminta si Spanyol itu menjadi asistennya.

Bagaimana mungkin? Beginilah kisahnya, dulu ketika Frank Rijkaard memutuskan meninggalkan kursi kepelatihan Nou Camp pada bulan Juni tahun 2008, Barca sempat pongah.

Presiden berkuasa Joan Laporta memberikan titah kepada wakilnya saat itu Marc Ingla untuk mencari pengganti. Kemudian sang wakil nyatanya sempat menemui The Special One di Portugal.

Cerita yang sebenarnya sempat tertutup itu terbuka ketika Marc Ingla diwawancarai TV3 belum lama ini, Ingla mengisahkan pertemuannya dengan pria yang sesungguhnya juga pernah bekerja di Nou Camp pada masa lalu tersebut.

"Kami menggelar pertemuan dengan Jose Mourinho dan juga perwakilannya di sebuah bank kota Lisbon. Jorge Mendes (agen dari Mou) mengatakan bahwa mereka memang sangat ingin bertemu kami," ungkap Ingla.

"Mourinho mempresentasikan slideshow power point yang ia buat. Merangkum filosofi sepak bola yang ia anut. Untuk meningkatkan formasi 4-3-3 kami, semuanya ia jelaskan dengan detail dari atas hingga bawah,"

"Dia memiliki hal terperinci dalam kepalanya, bahkan siapa yang ingin ia pekerjakan dalam staf kepelatihannya ia sudah mengantunginya. Dia bahkan memberikan kami nama Josep Guardiola, Luis Enrique, Sergi Barjuan, dan Chapi Ferri itulah nama-nama yang ingin ia jadikan asisten,"

Namun kisah berakhir lain kala itu, Mourinho tak jadi dipekerjakan dan Laporta malah menunjuk Pep sebagai pelatih utama, dipromosikan dari tim Barcelona B yang akhirnya membuat kisah menjadi seperti apa adanya hari ini.

"Guadiola menjadi pilihan pertama Txiki Begiristain (salah satu petinggi yang berpengaruh di direksi Barca) namun itu semua juga disebabkan oleh Mourinho,"

"Ia sempat berkata kepada saya bahwa ia tidak akan mau mengubah perilakunya di hadapan media. Akhirnya kami sepakat bahwa kami tidak yakin dengan Mourinho, akhirnya kami menggugurkannya sebagai kandidat pelatih Barca," pungkas sang mantan wakil Presiden.

Ditulis Oleh : News Online // 8:13 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment