Sunday, November 13, 2011

Lampiaskan Birahi, Sebelum Desi Dihabisi



Panah asmara yang sudah menancam di jantung Desi Gultom, yang ditemukan tewas di kebun kelapa sawit di kawasan simpang Bangko Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Mandau, pagi kemaren, agaknya telah membikin perempuan yang cuma mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SMA ini 'buta' hingga hamil dua bulan.



Tak hanya itu, Sang pujaan hati, John Patar Hasibuan yang mengirim pesan singkat padanya pada Kamis sekitar pukul 1.30 wib dini hari, pun telah membikin dia manut. "Dek, keluar lah. Abang sudah di depan rumah," begitulah isi pesan singkat yang dikirim John pada pagi buta itu.



Desi pun berkemas, dengan menggunakan celana jeans hitam dengan tubuh dibalut kaos oblong putih dia keluar. Tak lupa tas jinjing menggantung di lengannya. Keduanya ternyata sudah berencana akan minggat dari kampung itu. Ceritanya, akan kawin lari.



Meski udara dingin, Desi tak perduli. Dia mau saja diajak sang pujaan hati, menembus gelapnya pagi buta itu, menuju perkebunan kepala sawit yang hanya berjarak 300 meter dari rumah orang tua Desi. Tak jelas, apa alasannya hingga pasangan yang sedang dimabuk asmara ini memilih masuk ke perkebunan kelapa sawit tadi.



Entah lantaran dingin atau hasrat sudah di ubun-ubun, birahi John pun mulai muncul. Di gelap pagi buta perkebunan kelapa sawit itu, John mengajak Desi untuk bersetubuh. Gayung bersambut.



Kelar melampiaskan hasratnya, John kemudian menyuruh Desi menunggu di antara rimbunnya pohon kelapa sawit. Ayah satu anak ini, beralasan akan menstop mobil yang lewat, untuk mereka tumpangi, minggat dari kampung itu. "Aku ngantuk," kata Desi.



"Ya udah, tidur saja dulu di situ," John menjawab.



Ternyata, akal bulus John saja pergi menstop mobil. Tak berapa lama berselang, dia sudah kembali ke arah Desi yang sudah tertidur. Tanpa pikir panjang, dia segera menghunus pisau dan menghujamkan ke perut Desi. Perempuan ini tak berkutik. kata Kapolsek Mandau AKP Devi Firmansyah dalam keterangan pers nya di Polsek Mandau tadi pagi, John sebelumnya sudah mempersiapkan pisau itu.



John yang sudah seperti kesetanan, meraih tubuh Desi. Tubuh Desi dia tindih. Kedua tangan perempuan itu dia tekan. srreeett..pisau kemudian menggorok leher Desi. Tiga kali lelaki ini menggorok leher perempuan malang itu. Belum puas, leher Desi masih ditusuk dua kali.



Merasa Desi sudah tak berdaya, John mengambil langkah seribu, meski sebelumnya dia masih sempat-sempatnya mengambil dua lembaran Rp. 50 ribu dari dompet Desi.*


http://forum.vivanews.com/berita-dalam-negeri/226916-lampiaskan-birahi-sebelum-desi-dihabisi.html

Ditulis Oleh : News Online // 1:52 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment