Thursday, November 10, 2011

"Nyarang Patuddu", Ketika Kuda Menari



Ribuan warga memadati Lapangan Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (5/5/2011). Mereka rela berdesak-desak demi menyaksikan aksi nyarang patuddu (kuda menari) yang digelar hanya sekali setahun tersebut.

Nyarang patuddu merupakan budaya yang berasal dari Suku Mandar di Provinsi Sulawesi Barat. Budaya itu dilestarikan oleh suku yang kini menetap di Kabupaten Pinrang tersebut.

Ujung Lero merupkan wilayah dengan basis terbesar penduduk asal Mandar. Di Pinrang, nyarang patuddu digelar sebagai rangkaian pergelaran adat Khatamul Quran.

HM Kafing, pelaksana kegiatan itu, mengatakan, pesta adat nyarang patuddu kali ini merupakan pesta terbesar dalam tiga tahun belakangan. Nyarang patuddu menggunakan kuda terlatih, yang mampu menari mengikuti irama musik tradisional rebana, sesuai dengan perintah tuannya.

"Acara seperti ini dilaksanakan saat seseorang hendak melakukan Khatamul Quran, baik laki laki maupun perempuan," kata HM Kafing kepada Kompas.com.

Kuda menari yang digunakan dihiasi sedemikian rupa laksana kuda tunggangan raja. Begitu pula dua remaja yang akan menjalani Khatamul Quran sebagai penunggangnya, mereka didandani bak putri atau putra raja dengan pakaian adat baju bodo.

Kuda lalu diarak keliling kampung, dengan iring-iringan musik rebana. Menakjubkan, memang. Setiap kata dengan patuh diikuti oleh si kuda. Gerak kaki kuda pun seirama dengan musik rebana yang mengiringi.

Sepanjang diarak, dua penunggang pun harus dipayungi menggunakan lallang totamma (payung kehormatan).

Menurut Syahrul, salah seorang tokoh masyarakat di Ujung Lero, Khatamul Quran dengan menggunakan kuda menari sudah dilakukan sejak zaman kerajaan dahulu kala. Kuda yang digunakan pun kuda pilihan, yang dilatih sejak hewan tunggangan itu berusia remaja. Mereka dilatih cara berjalan hingga saat mengikuti irama rebana. Kuda pun hanya akan menari ketika rebana ditabuh.

"Selain untuk melestarikan budaya leluhur, pesta adat ini sekaligus menjadi ajang silaturahim bagi semua warga Mandar, khususnya yang merantau di Pinrang," kata Syahrul.

Ditulis Oleh : News Online // 11:04 AM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment