Wednesday, November 9, 2011

Perkosa Keponakan, Kades Ngraho Dipecat




Jadi kepala desa harus menjaga tingkah laku. Jika tidak, nasibnya akan seperti Nurhasim. Begitulah, Nurhasim (61), Kepala Desa Payaman Kecamatan Ngraho Bojonegoro yang berurusan dengan hukum karena menjadi tersangka dalam kasus pencabulan anak di bawah umur akhirnya dipecat atau nonaktifkan dari jabatannya.

Pemecatan terhadap tersangka karena bukti yang mengarah terhadap pelaku pencabulan sudah kuat. Hal itu dilihat dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil visum yang membuktikan alat kelamin korban robek.

"Tersangka sudah mulai ditahan di Mapolsek Ngraho untuk proses hukum lebih lanjut," kata Bupati Bojonegoro Suyoto, Selasa (8/11/2011).

Tersangka sendiri diancam dengan Undang Undang Perlindungan Anak (UUPA) No. 23 Tahun 2002 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sehingga Suyoto menjelaskan, sesuai prosedur, apabila sudah mulai ditahan dalam jangka waktu yang lama, yang bersangkutan bisa untuk dinon aktifkan.

Namun meski demikian, pihaknya saat ini masih menunggu proses hukum terlebih dahulu. Sebelumnya, pemeriksaan tersangka oleh polsek Ngraho juga melalui ijin dari Bupati.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tersangka dilaporkan oleh keluarga korban ke mapolsek Ngraho pada 4 Oktober 2011. Korban Mawar (14), bukan nama sebenarnya, yang tak lain adalah keponakan tersangka, menjadi kebringasan nafsu bejat pamannya pada 22 April 2008 lalu. Karena diancam akhirnya korban tidak berani membuka mulut. Serta korban diiming-iming akan disekolahkan, jika mau tinggal di rumahnya.

Karena korban tidak kuat menahan rasa sakit di hati selama tinggal di rumah tersangka, kemudian melaporkan perbuatan tersangka Nurhasim yang tidak menyenagkan itu melalui pesan singkat (sms) yang ditujukan kepada salah satu keluarganya. Selanjutnya langsung dilaporkan ke Mapolsek Ngraho. 

http://forum.vivanews.com/berita-dalam-negeri/223990-perkosa-keponakan-kades-ngraho-dipecat.html

Ditulis Oleh : News Online // 1:03 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment