Saturday, December 31, 2011

Ketua Umum PSSI Bersikeras Tak Langgar Statuta

Djohar Arifin Husin - Ketua Umum PSSI (GOAL.com/Gunawan Widyantara)
Gunawan Widyantara
PSSI ngotot tidak melanggar statua dan hasil kongres Bali. Hal ini disampaikan oleh Djohar Arifin, Ketua PSSI saat berkunjung ke Sekretariat Gedung Mantan PSMS di Medan. Kepada media, Djohar menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melanggar apapun.

Dia bersikukuh hanya ada empat agenda dalam kongres Bali yang di dalamnya evaluasi program PSSI sebelumnya, program yang akan datang, paparan tentang liga amatir dan timnas U-23.

"Semua yang hadir (saat kongres) tahu itu. Tapi setelah ribut-ribut baru kongres Bali disebut ada soal PT Liga. Itu namanya manipulasi. Jadi KLB  itu fitnah," kilahnya.

Djohar kemudian tersenyum tipis saat ditanya soal tuntutan dirinya mundur jadi jabatan ketua PSSI. Termasuk soal tuntutan KLB dan pembekuan pengurus PSSI. 

"Itu mengherankan dan karena bagaimana mungkin satu orang yang ilegal menentukan yang legal. PSSI ini punya oragnisai  besar dan punya aturan. Mau KLB ada syarat. Apa benar sudah kourum (peserta KBL) sekarang banyak yang komplain peserta KLB itu. Mereka mengaku datang mau melihat pertemuan dan isi absen yang dimanfaatkan untuk menyetujui  KLB," tuturnya.

"KLB bukan solusi. Anda tahu yang duduk sekarang (KLB) orang-orang yang lama, dan mereka prestasinya apa, selama dua periode tidak ada prestasi mereka. Seagames sepuluh tahun kita tidak keluar dari grup, sekarang bisa sampe ke final, jadi yang gagal yang mana," ucapnya.


Djohar mengharapkan ISL tidak lagi berjalan. "Berikan kesempatan kami selama empat tahun. Nah, kalau Anda dulu diganggu tidak suka, jangan menggangggu. Saya sudah sudah diduga (mau diturunkan) karena saat terpilih di Solo sudah ada soal ini, tiga bulan mau turunkan. Jadi apapun yang kami buat dinilai salah," paparnya.

Djohar beralasan sudah menerima surat dari FIFA yang diteken oleh baik Sekjend FIF dan AFC. Sehingga saat ini, kata Djohar semua harus tunduk. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya sejalan memerintahkan agar kompetisi di luar PSSI harus dihentikan.

"Oleh karena itu seluruh klub bukan hanya klub PSMS harus memperhatikan surat FIFA. Kita bukan hanya mementingkan klub kita atau kepentingan pribadi tapi kepentingan bangsa. Sekarang kita harus tetap di barisan FIFA," timpalnya.

Untuk kesekian kali, mantan Ketua Pengprov PSSI Sumut ini meminta klub-klub di luar IPL bergabung. "Kita harus backhome, klub-klub itu kembali ke rumah di bawah PSSI. Saat ini pihak yang menjalankan kompetisi di luar PSSI adalah ilegal," ungkapnya.

Menyoal klub-klub yang dualisme seperti Persija, Arema, persebaya dia berharap bisa kembali jadi satu. Apakah itu bentuknya dilebur atau yang lainnya. "Terserah kebijakan bagaimana.  Tapi ikutilah kompetisi yang resmi. Kalau mereka ikut yang tidak resmi ujungnya mau kemana," tukasnya.

Dia juga kembali mengimbau soal FIFA melarang pemain kompetisi ilegal masuk dalam timnas. "Pemain itu korban atas kebijakan pengurus klub," timpalnya.

Ketika disinggung soal ajakan klub-klub ISL ke IPL, karena kurang meriahnya IPL dan jadwal yang tidak fix, Djohar tak menampik itu. Dia beralasan penyusunan jadwal yang berubah-ubah, karena peserta juga berubah.

"Nanti kalau sudah fix berada dalam satu rumah, barangkali untuk dua tahun ke depan sudah ada jadwalnya. Kenapa tidak menarik, karena sebagian klub lama ada di sana (ISL)," jelasnya.
Djohar memaparkan klub lama tidak merasa semua dimulai dari awal.

"Sejak ada putusan AFC, kalau mau ikut kompetisi profesional, klubnya harus profesional dengan lima syarat (legal, infrastruktur, youth, manajemen dan keuangan). Silahkan ikut dengan ranking tertinggi, jadi kalau cerita kami berdarah-berdarah itu cerita lama."
Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 2:13 AM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment