Friday, December 9, 2011

Kisah Gervinho:"Orang Tua Sempat Meminta Berhenti Bermain Bola"

Foto: Gervinho (Getty Images)
LONDON - Sebuah pengakuan unik dilontarkan ujung tombak Arsenal, Gervinho. Mantan pemain Lille itu mengatakan, kedua orangtuanya menginstruksikannya agar tidak lagi mengolah bola dan fokus menimba ilmu di sekolah.

Sekadar info, Gervinho mengawali karier sepakbolanya di Akademi Jean-Marc Guillou. Bakat dan potensi yang dimilikinya akhirnya membawa Gervinho merantau ke klub Belgia, Beveren sebelum memperkuat klub Prancis Le Mans pada 2007 silam.

Bersama Le Mans, Gervinho semakin menunjukkan bakat dan potensinya. Dua musim memperkuat Le Mans, klub tenar Prancis Lille meminangnya. Kemampuan Gervinho mengolah bola di Lillie semakin bersinar dan menyilaukan raksasa Inggris, Arsenal.

Dan jadilah, di musim 2011 ini Gervinho bermain untuk salah klub dengan reputasi mendunia. Meski awalnya sempat ditentang orangtua, Gervinho akhirnya menjadi pesepakbola professional yang sempat tidak terlintas di benaknya.

"Saya tidak tahu apa yang saya lakukan seandainya saya tidak menjadi pesepakbola," terang Gervinho dikutip situs resmi Arsenal, Jumat (9/12/11). "Saya selalu ingin melakukannya, bahkan ketika keluarga saya coba untuk menghentikan saya bermain sepakbola. Mereka inginnya saya pergi ke sekolah," Gervinho melanjutkan.

Gervinho yang turut mengantarkan Lille meraih double winner di pentas Ligue 1 Prancis dan Coupe de France 2011 ini mengisahkan, bagaimana dia memulai kiprahnya di kancah sepakbola professional di tengah minimnya restu orang tua.

"Mereka menginginkan saya untuk bersekolah normal. Mereka merasa, sedikit beresiko berada di Akademi baru dan tidak ada yang mengetahuinya sama sekali. Saya harus membawa seseorang yang percaya dengan skill saya untuk meyakinkan mereka," cerita Gervinho.

"Saya memulai bermain di klub lokal. Saya terbiasa bangun setiap pagi dan bermain. Saya sangat menyukai itu, itu membawa banyak hal indah dalam hidup saya," aku Gervinho dengan mata berbinar jika mengenang masa itu.

"Kembali ke hari itu, memiliki kemampuan bergabung dengan Jean-Marc Guillou Akademi salah satu hal terbaik yang terjadi untuk pemain muda dari Pantai Gading. Di sana banyak ribuan anak yang ingin bergabung dengan sekolah tersebut. Jadi itu perasaan yang luar biasa untuk saya," tutur Gervinho.

Waktu terus berputar hingga membawa Gervinho ke kiblat sepakbola dunia, Eropa. Beveren menjadi pijakan awal Gervinho untuk bermain di level kompetisi yang lebih tinggi.

"Transfer dari Afrika ke Beveren merupakan bagian dari latihan. Sebagian besar pemain ingin meninggalkan Belgia tengah. Kami bertemu lagi di Beveren. Itu merupakan cara untuk menyesuaikan diri dengan sepakbola Eropa dan membuat kami bersama bisa lebih mudah berpindah," ujar Gervinho.

"Kami senang meninggalkan Afrika untuk ke Eropa, kami tahu seberapa beruntungnya kami berpindah ke Eropa di usia yang masih muda. Seseorang mungkin ke sana setelah kami," tuntasnya.

Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 7:40 AM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment