Wednesday, December 14, 2011

KLB Keluarkan Dana Banyak, Pengprov Tak Peduli?


 

Jalan rekonsiliasi seolah tak menjadi pilihan bagi mereka merasa berseberangan dengan PSSI. Kelompok yang menamakan diri Forum Pengprov PSSI ini mengaku tak puas dengan kinerja PSSI yang baru seumur jagung ini.

Arah menuju Kongres Luar Biasa pun mulai dihembuskan oleh kubu yang mengaku tulus ingin menyelamatkan persepakbolaan Indonesia itu. Tujuan itu dimulai dari akan digelarnya Rapat Akbar Sepakbola Nasional yang dilaksanakan pada 18 Desember 2011 yang mengundang 580 anggota PSSI di seluruh Indonesia.

Namun, pengakuan tulus serta keprihatinan FPP itu seperti bertolak belakang dengan isu yang beredar tentang setiap anggota PSSI yang bersedia menandatangani Mosi Tidak Percaya atas kepemimpinan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dijanjikan Rp10 juta belum termasuk uang transport dari oknum yang berkepentingan. Isu tersebut tentu saja dibantah oleh FPP.

"Biasa lah itu kabar tentang diiming-imingi uang untuk begini, untuk begitu. Dulu kan juga begitu pas Kelompok 78 katanya dikasih uang Rp1 miliar, kalau Rp10 juta kok rasanya kecil sekali, untuk ongkos saja tidak cukup itu, jadi nombok dong kita," ujar perwakilan yang mengaku dari Pengprov Maluku Utara Ikbal di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

"Kita melakukan ini tulus kok, ini berdasarkan keprihatinan kami atas kebijakan PSSI yang keluar jalur. Kita peduli dengan sepakbola Indonesia," kilahnya.

Dana besar yang akan kembali digunakan untuk menggelar KLB serta energi yang harus dikeluarkan demi konflik sepakbola yang seolah tak berujung ini tampaknya tidak dianggap sebagai hal yang harus dipertimbangkan.

"Ini sudah jalan buntu, kita harus KLB. Kepemimpinan Djohar sudah melenceng dari jalur. Kita butuh pemimpin PSSI yang tegas dan amanah," katanya.

FPP sendiri juga mengatakan hanya ingin mendengar suara dari 4 Exco PSSI yakni La Nyalla Matalitti, Erwin Dwi Budiawan, Toni Apriliani dan Roberto Rhouw. Padahal keempatnya tengah diperiksa oleh Komite Etik PSSI terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh 4 anggota Exco tersebut.

"Kita hanya mau mendengar suara dari 4 Exco, karena mereka yang kami anggap mewakili suara kami," tukas Ketua Umum FPP yang juga perwakilan Pengprov Yogyakarta, Dwi Irianto.

"Kami juga berharap Rapat Akbar Sepakbola Nasional nanti akan dihadiri setidaknya 2/3 anggota PSSI. Tujuannya kan ingin mengembalikan PSSI ke jalan yang benar," tuntasnya.


Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 11:41 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment