Wednesday, December 7, 2011

'Penculik' Nenek Berkeliaran, Pengacara Ngadu ke Kompolnas


Tim kuasa hukum nenek Manih, seorang warga Jakarta Timur yang sempat menjadi korban penjemputan paksa oleh sejumlah oknum kepolisian akan mengadu ke Komisi Kepolisian Nasional terkait kasus ‘penculikan’ yang terjadi tahun 2009 itu. Pasalnya, sejumlah tersangka masih berkeliaran dan belum ditahan oleh pihak kepolisian.

“Kami akan melaporkan kasus ini ke Kompolnas, sebab orang yang telah menjadi tersangka kasus 'penculikan' atau penjemputan paksa itu masih bebas berkeliaran,” kata pengacara nenek Manih, Agung Mattauch kepada okezone, Rabu (7/12/2011).

Agung mengatakan, kejadian ini terjadi pada tahun 2009. Ketika itu, nenek Manih mendapatkan uang hasil pembebasan tanah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai Rp8,6 miliar. Setelah mendapatkan hak atas pembebasan tanah tersebut, tiba-tiba nenek Manih dijemput paksa oleh sejumlah oknum anggota kepolisian yang dikemudian hari diketahui AKP Su, dari kepolisian resor Jakarta Timur. Nenek Manih ketika itu, diminta untuk mencairkan cek hasil pembebasan tanah itu.

“Oknum Polisi itu sudah dijatuhi hukuman oleh provost, tapi yang jadi masalah orang yang menyuruh polisi tersebut masih berkeliaran,” kata Agung.

Orang yang menyuruh Polisi untuk menjemput paksa itu, kata Agung, sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Orang yang menyuruh polisi itu, Haji Amang, dan dia sudah ditetapkan menjadi tersangka, tapi masih bebas hingga saat ini,” kata Agung.

Sebab itu, Agung akan mempertanyakan bebasnya tersangka kasus penculikan tersebut kepada komisi kepolisian. “Tunggu saja, kami akan kejar terus untuk

http://forum.vivanews.com/berita-dalam-negeri/246191-penculik-nenek-berkeliaran-pengacara-ngadu-ke-kompolnas.html

Ditulis Oleh : News Online // 9:28 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment