Sunday, December 4, 2011

Pak Djohar mengurus PSSI itu memang sulit !!!

- Ketika terpilih menjadi nahoda PSSI Pak Djohar tentu sudah paham betul bahwa tantangan yang akan dilalui dalam mengelola PSSI pastilah tidak mudah, bahkan sulit. Banyak kepentingan yang tidak terkait langsung dengan urusan sepakbola yang akan ” meramaikan ” PSSI, baik yang senang dan mendukung maupun yang iri dan ingin menghancurkan.
- Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobok-obok PSSI. Bisa dengan memanipulasi penafsiran statuta PSSI, bisa dengan menggiring opini publik seakan-akan PSSI dalam memgambil keputusan selalu kliru dll. apalagi kalau kemudian orang yang ingin merusak tersebut mempunyai kekuatan dana dan media massa, maka jadilah opini puiblik digiring ke arah apa yang mereka inginkan.
-Pak Djohar harus menyadari, bahwa untuk menhgadapai adanya tekanan dan iri dengki yang ada sekarang, satu-satunya jalan adalah dengan memperkuat barisan pengurus, menegakkan aturan organisasi dan menegakkan etika dalam seluruh jajaran kepengurusan PSSI.
- bukalah hal sulit untuk membeli atau mempengaruhi suara-suara Pengprov PSSI atau Pemilik Club-club yang punya suara di Kongres  PSSI, karena bagaimanapun Pengurus Pengprov PSSI dan Pengurus club-club sepak bola pastilah mendahulukan materi dan uang daripada prestasi yang ingin diraih PSSI dimasa depan. Meskipun PSSI dibawah kepengurusan Djohan Arifin ingin meletakkan dasar-dasar pengelolaan PSSI secara profesional, hasilnya yang akan menikmati bukanlah pengurus Pengprov PSSI secara pribadi atau pengurus Club-club yang empunyai suara di Kongres PSSI, tapi akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Kalau dalam kondisi seperti ini, lalu ada pihak-pihak yang tidak ingin PSSI dibawah Kepengurusan Pak Djohar Arifin maju, tentu akan menagmbil poisisi bagaimana caranya merusak pengelolaan PSSI tersebut, sehingga kepengurusan ini akan gagal. Apa lagi pihak ini didukung oleh dana dan Media, khususnya media yang dimiliki oleh mereka. bukan rahasia lagi bahwa pihak yang kini mengobrak-abrik kPSSI adalah pihak yang punya Surat Kabar harian,Tabloid Mingguan, punya media online dan bahkan punya beberapa Televisi.
- Oleh karena itu sebaiknya Pak Djohar Arifin memperkuat hubungan dengan AFC dan FIFA. Berikan datadan penjelasan yang memadai, sehingga AFC dan FIFA tidak “kemasukan angin” yang akan turus memperkeruh suasana persepak bolaan di tanah air. Jelaskan kepada AFC dan FIFA, bahwa Kompetisi IPL diselenggarakan atas dasar audit yang dilakukan AFC atas club-club yang ada di Indonesia tentang syarat dan ketentuan menjadi club  profesional.
- Penetuan ikut tidaknya club dalam IPL bukan didasarkan atas hasil LSI musim lalu, tapi semata-mata berdasarkan audit yang dilakukan AFC. Harus dipahami bahwa PSSI dan AFC tidak mempertimbangkan hasil LSI musim lalu, baik promosi atau degradasi dalam menentukan club-club yang ikut IPL, tapi didasarka atas kesiapan Club secara profesional. Dengan begitu tidak ada club yang mempertanyakan mengapa club yang musim lalu tidak ikut ISL tapi tiba-tiba ikut IPL. Semua club yang mendaftar ikut kompetisi diperlakukan sama, dan diaudit sesuai ketemtuan AFC dan FIFA. Dari situ ditentukan klub mana yang layak  Ikut kompetisi Liga Kelas Satu dan mana yang ikut Liga Kelas II. Sekalilagi bukan berdasarkan hasil ISL yang lalu, karena ISL yang lalu sesuai kriteria AFC dan FIFA bulan lah club yang Profesional, makanya semua club diminta mendaftar ulang dan diverifikasi oleh AFC.
-Diperlukan sikap konsisten dan sesuai ketentuan dalam mengelola PSSI. Kalau diperlukan penerapan sanksi yang ditegakkan tegakkan secara konsisten dan terukur. Insya Allah PSSI akan dapat berjalan sesuai yang kita harapkan, Konsisten, demokratis dan terbuka.

Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 1:09 PM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment