Tuesday, December 27, 2011

Wanita Perancis Diminta Lepas Payudara Palsu

Pemerintah Perancis berencana meminta sekitar 30.000 perempuan yang pernah menjalani prosedur "pembesaran payudara" untuk melepas payudara palsu mereka, seperti dilansir Global Post, Selasa (20/12/2011).  Seruan itu dikeluarkan karena implan yang digunakan berpotensi menyebabkan kanker.

lepas payudara palsu

Para penyelidik menemukan bahwa implan yang diproduksi perusahaan Perancis, Poly Implant Protheses (PIP), dibuat dari silikon berkualitas rendah yang menurut pakar kesehatan bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Sejauh ini terdapat sembilan kasus kanker pada perempuan yang menggunakan payudara implan. Pakar kesehatan pun meminta segera digelar pertemuan untuk membicarakan "krisis kesehatan" itu. Satu orang di antaranya meninggal dunia, surat kabar Liberation melaporkan.

Dr Laurent Lantieri, pakar bedah plastik dan angota komisi khusus Pemerintah Perancis mengatakan, "Kita menghadapi krisis kesehatan yang terkait penipuan. Kami menyadari hal itu. Memang bukan hal mendesak, tetapi ini bukan lagi pilihan. Semua implan itu harus diambil."

Implan PIP merupakan salah satu yang termurah, sampai semua produknya ditarik dari pasaran pada 2010. Menurut harian Perancis, Le Figaro, sekitar 30.000 perempuan Perancis menggunakannya, juga 300.000 perempuan di seluruh dunia.

Lebih dari 2.000 perempuan yang menggunakan implan produk PIP sudah mengajukan komplain. Pihak berwenang pun menyelidiki perusahaan itu atas dugaan pembunuhan akibat kelalaian.

Jika pasien mengalami kondisi darurat, pemerintah akan mengganti biaya operasi pengangkatan payudara. Namun, jika yang dilakukan adalah mengganti dengan bahan implan lain, tidak akan ada penggantian dari pemerintah, kecuali apabila operasi itu bersifat rekonstruktif.

Menurut TF 1 News, tidak semua perempuan yang menjalani implan mau mendengar seruan itu. Dikatakan oleh Dr Dominque Michel Courtois, yang mewakili kelompok pendukung korban PIP, mereka memilih hidup dengan risiko terkena kanker payudara ketimbang mengangkat implan tersebut, tetapi tidak memiliki biaya menggantinya.

Sumber : internasional.kompas.com

Ditulis Oleh : News Online // 8:14 AM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment