Saturday, January 7, 2012

Jangan Sebut Nama Floyd Croll di Kuping Tim Howard


Pekan ini, nama Tim Howard benar-benar harum. Saat melawan Bolton, di Liga Primer Inggris, dia membuat tendangan yang spektakuler. Dari ujung ke ujung, bola itu disepak lalu sempat mental-mentul dan Adam Bogdan, penjaga gawang Bolton Wanderers tak kuasa menjangkau bola. Gol.  

Penonton bersorak. Pemain langsung menghampiri kiper dengan baju motif loreng itu. Anehnya, Howard pasang wajah dingin. Dia sama sekali tidak bersemangat. Apalagi lompat-lompat. Barangkali juga dia menyesal. 


Padahal, dengan golnya itu dia masuk dalam deretan empat kiper di Liga Inggris yang mampu mencetak seperti itu. Bola di sepak dari gawang lalu nyelonong masuk ke gawang lawan. Tiga kiper sebelumnya adalah Peter Schmeichel, Brad Friedel dan Paul Robinson.


Sehabis pertandingan, nyatanya Everton juga akhirnya keok, kiper asal Amerika Serikat itu buka suara soal ekspresinya yang dingin. Dia bilang, setelah pertandingan usai, dia sengaja mendatangi Adam Bogdan, kiper yang dipermalukannya itu. Dengan hati-hati, dia menyuarakan isi hatinya. “Bagaimana pun gol seperti itu tidak perlu terjadi.”


Kiper di mana pun pasti merasa bodoh luar biasa bila gawangnya dibobol seperti itu. “Aku juga pernah mengalami hal itu. Itulah kenapa saya ogah merayakan gol itu,” kata Howard yang kemudian dikutip di mana-mana. 


Howard memang pernah malu. Dia juga pernah mengalami digasak gol yang bikin malu seperti itu. Alkisah, pada 3 November 2005, saat dia turun membela skuad cadangan dua Manchester United, dia melakukan kebodohan yang sama. Saat bola berada di pihak Wigan, yang menjadi lawan United ketika itu, dia malah asyik berada di bagian depan sarangnya. 


Nah, bola pun disepak kiper Wigan Floyd Croll (namanya memang kaya orang zaman dulu sih). Bola melengkung jauh. Lalu sempat mampir ke tanah, lalu melambung lagi. Howard yang lagi asyik berdiri kontan panik. Dia memburu bola sialan itu hingga akhirnya terjatuh di depan gawangnya sendiri. 


Sebenarnya bola berhasil dia tepis. Namun, sayang, bola kulit itu terlampau deras. Tenaganya keburu habis, posisinya sangat sulit menjangkau bola. Akhirnya, bola pun masuk ke gawangnya. Sedih? Sudah jelas. Gol seperti ini, seperti kata Howard pada Bogdan, tidak perlu terjadi kalau kipernya pintar dan cerdas. 


Di saat Floyd Croll dipeluk dan dicium teman-teman satu timnya. Howard berada dalam perih yang dalam. Serasa pacar yang dicinta tiba-tiba memilih pria lain. Remuk redam. Walau sebenarnya dalam pertandingan itu, United menang 2-1.


Nah, itu sebabnya dia ogah merayakan golnya. Biarlah, Floyd Croll yang menyakiti hatinya. Dia tidak ingin melakukan hal serupa, pada siapa pun. Tim Howard pun namanya kian harum.

Sumber

Ditulis Oleh : News Online // 1:12 AM
Kategori:

0 comments:

Post a Comment